Thursday, 5 December 2013

Mengajarkan Anak agar Tidak Korup Pt.3

 
Seperti yang kita ketahui, saat ini Indonesia terjadi banyak kasus Korupsi. Korupsi itu sendiri tentunya merugikan banyak orang, bukan hanya negara, karena uang negara itu berasal dari rakyat sendiri. Mari kita membuat Indonesia lebih baik dengan mengajarkan generasi mendatang, sehingga mereka dapat hidup tanpa adanya korupsi. 
Post ini akan dibagi menjadi tiga post yang berbeda yang akan menjelaskan hal :
  1. Mendidik anak tentang kesadaran sosial
  2. Mendidik anak tentang tanggung jawab
  3. Mendidik anak tentang yang baik dan yang salah
Sekarang kita akan membahas tentang "Mendidik anak tentang yang baik dan yang salah"

1. Bantu anak kalian membedakan yang benar dan yang salah

Adalah hal yang berbeda, memberitahu anak anda bahwa yang ini salah dan yang ini benar dibandingkan dengan kenapa yang ini salah dan kenapa yang ini benar. Anak anda harus mengerti apa yang menjadi landasan dari perbuatan baik dan salah. Maka dari itu usahakan anda memberitahu alasan dari sebuah perbuatan dikatakan baik ataupun salah

2. Ajari anak anda bahwa berbuat curang itu salah

Tunjukkan pada anak anda, bahwa perbuatan curang, dari bentuk maupun, merupakan perbuatan yang salah. Katakan pada anak anda bahwa berbuat curang adalah perbuatan yang dilakukan oleh seorang penakut dan yang tidak mempunyai kepercayadirian, dan katakan padanya berbuat jujur merupakan jalan yang benar untuk mencapai kesuksesan

3. Didik anak anda bahwa mencuri merupakan perbuatan yang salah

Mungkin anak anda yang sedang berumur 6 tahun tidak akan mengerti apa yang dikatakan sebagai korupsi. Maka dari itu didiklah anak anda mulai dari sesuatu yang sangatlah kecil, seperti memberitahu anak anda bahwa tidak membayar untuk sebuah makanan atau mencuri mainan temannya merupakan perbuatan yang salah. Jika anak anda ketahuan mencuri sesuatu, suruh ia untuk mengembalikannya dan menjelaskan perbuatannya, ini akan mengembangkan rasa malu jika ia mencuri sesuatu.

4. Ajarilah anak anda bahwa berbohong itu salah

Berbohong merupakan sebuah ciri-ciri dari seseorang yang korup. Oleh sebab itu maka kita haruslah mengajari anak anda bahwa berbohong itu salah, walaupun kita hanya berbohong sedikit, namun hal itu dapat menyakiti hati banyak orang. Mengajari anak anda berbohong itu salah sejak dini akan mencegah dia untuk melakukan hal itu di masa depan

Artikel yang lengkap dapat dilihat dengan mengklik link dibawah
  1. Mendidik anak tentang kesadaran sosial
  2. Mendidik anak tentang tanggung jawab
  3. Mendidik anak tentang yang benar dan yang salah

Kenapa Para Pejabat Korupsi?


Korupsi dapat diumpamakan sebagai penyakit yang terus menempel pada kehidupan negara Indonesia sendiri. Korupsi itu sendiri, tentunya akan sangat merugikan bagi negara dan rakyatnya. Maka dari itu kita harus melakukan cara terbaik kita untuk mencegah korupsi ini. Untuk mengetahui sebuah pencegahan kita harus mengetahui alasan dari koruptor-koruptor tersebut melakukan sesuatu yang dinamakan sebagai korupsi.

1. Kebutuhan dari Koruptor itu Sendiri

Korupsi terjadi dikarenakan kebutuhan, salah satu penyebab dari kebutuhan yang sangat tinggi ini adalah mahalnya biaya kampanye dari seorang politisi. Hal ini akan membuat para politisi memerlukan uang lebih untuk membayar hutang kampanye mereka, dan jika mereka ingin melakukannya dengan cepat maka mereka akan memilih jalan tercepat yaitu Korupsi

2. Tidak Bersyukur atas Apa yang Mereka Punya

Hal ini merupakan penyebab dari banyaknya kasus korupsi. Para koruptor sering kali tidak pernah bersyukur atas kekayaan yang mereka dapatkan, kemewahan yang mereka punya, dan lain-lain. Mereka akan terus ingin mencari sesuatu yang lebih bagus untuk diri mereka sendiri. Dan hal ini tentunya memerlukan uang yang koruptor dapatkan dari korupsi.

3. Pintar Namun tak Cerdas

Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara kepintaran dan kecerdasan.
Orang yang pintar akan belajar dari kesalahan mereka sendiri, ini mungkin merupakan hal yang bagus, namun jika dibandingkan dengan Orang cerdas yang akan belajar dari kesalahan orang lain. Jika kita bayangkan koruptor adalah orang pintar yang tidak pernah belajar dari kesalahan dan akibat yang dilakukan oleh koruptor terdahulu, maka hal ini pun dapat dikatakan sebagai pemicu korupsi.

Dan yang terakhir...

4. Minimnya Hukum Indonesia

Ini merupakan alasan dari banyaknya koruptor yang berani melakukan korupsi, karena menurut mereka hukum di Indonesia sangatlah lemah, dimana koruptor dapat dihukum hanya 6 tahun penjara, dan dengan suap mereka dapat mendapatkan kamar yang lebih baik di dalam penjara.

Memasukkan Pendidikan Antikorupsi dalam Kurikulum

Yogyakarta - Pendidikan antikorupsi sebagai bentuk nyata pendidikan karakter bangsa perlu diintegrasikan ke dalam muatan kurikulum, kata pakar pendidikan dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Sumaryati.

"Hal itu didasarkan atas pemikiran bahwa pendidikan antikorupsi merupakan salah satu upaya bagi terwujudnya penguasaan pengetahuan yang benar, niat atau motivasi yang baik, dan tindakan yang baik dan benar," katanya di Yogyakarta, Sabtu (2/3).

Menurut dia pada seminar "Urgensi Pendidikan Antikorupsi dan Tantangannya Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani", dengan pendidikan antikorupsi akan terlahir generasi yang memiliki kebiasaan berpikir, berniat, dan bertindak yang selalu dibingkai nilai kejujuran, generasi yang terampil membaca situasi sosial kemasyarakatan.

Selain itu juga akan melahirkan generasi yang kuat dengan prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan serta generasi yang tidak memikirkan untungnya diri sendiri.

"Di sinilah pentingnya pendidikan antikorupsi disosialisasikan dan dikembangkan pada semua lini masyarakat terutama generasi muda melalui dunia pendidikan. Melalui pendidikan generasi dapat dibangun dan diperkokoh karakternya," kata Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP UAD itu.

Ia mengatakan, dalam perencanaan pengembangan empat tahun ke depan Program Studi PPKn akan berupaya untuk menjadi pelopor pendidikan antikorupsi dengan mengintegrasikannya dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

Upaya tersebut antara lain dalam bidang pendidikan akan melaksanakan pembelajaran yang jujur dan benar dengan mengutamakan proses, kampanye pendidikan antikorupsi, merumuskan desain pendidikan antikorupsi di semua jenjang pendidikan, dan penyusunan modul pendidikan antikorupsi dengan mengembangkan kerja sama pihak terkait.

Dalam bidang penelitian secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak terkait akan melakukan penelitian yang terkait dengan pendidikan antikorupsi. Dalam bidang pengabdian masyarakat akan melakukan sosialisasi tentang pendidikan antikorupsi secara kelembagaan untuk masyarakat maupuan kalangan pendidikan," katanya.

Wednesday, 4 December 2013

Mengajarkan Anak Agar Tidak Korup Pt.2

Seperti yang kita ketahui, saat ini Indonesia terjadi banyak kasus Korupsi. Korupsi itu sendiri tentunya merugikan banyak orang, bukan hanya negara, karena uang negara itu berasal dari rakyat sendiri. Mari kita membuat Indonesia lebih baik dengan mengajarkan generasi mendatang, sehingga mereka dapat hidup tanpa adanya korupsi. 
Post ini akan dibagi menjadi tiga post yang berbeda yang akan menjelaskan hal :
  1. Mendidik anak tentang kesadaran sosial
  2. Mendidik anak tentang tanggung jawab
  3. Mendidik anak tentang yang baik dan yang salah
Sekarang kita akan membahas tentang "Mendidik anak tentang tanggung jawab"

1. Buat anak anda bertanggung jawab terhadap perilaku buruknya

Jika anak Anda telah membuat kesalahan , tidak peduli seberapa ngawur mungkin tampaknya , ia perlu belajar untuk mengakui bahwa ia melakukan sesuatu yang salah , dan meminta maaf untuk itu , sedini mungkin .
  • Jangan biarkan anak Anda menyalahkan perilaku buruk pada anak-anak lain , pada cuaca , pada seorang teman khayalan , atau apa pun itu - mendapatkan anak Anda ke dalam kebiasaan mengakui bahwa ia melakukan sesuatu yang salah dan bahwa dia tidak memiliki satu untuk disalahkan kecuali dirinya sendiri . 
  • Mengajar anak anda tanggung jawab atas tindakan buruknya akan membuatnya lebih mungkin untuk mengenali ketika ia telah melakukan sesuatu yang salah sebagai orang dewasa . 
  • Ingatlah untuk mencintai dan menerima ketika anak Anda mengakui bahwa ia telah melakukan kesalahan . Pengajaran tanggung jawab tidak berarti bahwa Anda harus membuat anak merasa tidak enak 

2. Buatlah sistem hukuman dan hadiah

Anda tidak harus menyakiti anak anda secara fisik untuk memberikannya hukuman, langkah kecil seperti menyuruhnya diam di sudut atau tida memberinya mainanpun membantu untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dari anak anda
  • Jadilah konsisten, jika anak anda bersalah berikanlah dia hukuman, dan sebaliknya.
  • Berikanlah pujian kepada anak anda jika dia melakukan sesuatu yang baik, hal ini akan meningkatkan harga dirinya sendiri dan membuat dia memandang orang lain secara lebih baik.

3. Buat anak anda bertanggung jawab terhadap tugas rumah tangga

Jangan menawarkan anak Anda hadiah untuk mencuci piring, membersihkan mainannya, atau mengelap susunya yang tumpah. Anak Anda harus memahami bahwa, sebagai anggota keluarga Anda, itu adalah tugasnya sendiri. Katakan padanya bahwa anda bangga jika dia membantu membersihkan rumah,dll
  • Hal ini akan mengembangkan rasa tanggung jawab, yang membuat anak anda saat dewasa kelak akan ingin berbuat positif, walaupun dia diberikan imbalan ataupun tidak
  • Tunjukkan bahwa anda juga menyelesaikan tugas rumah tangga, sehingga anak anda tidak akan merasa bahwa dia dimanfaatkan.

Buku Pedoman Anti Korupsi Untuk Kalangan Mahasiswa

Di mata internasional, bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, citra buruk akibat korupsi menimbulkan kerugian. Kesan buruk ini menyebabkan rasa rendah diri saat berhadapan dengan negara lain dan kehilangan kepercayaan pihak lain. Ketidakpercayaan pelaku bisnis dunia pada birokrasi mengakibatkan investor luar negeri berpihak ke negara-negara tetangga yang dianggap memiliki iklim yang lebih baik. Kondisi seperti ini merugikan perekonomian dengan segala aspeknya di negara ini.
 
Pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk memerangi korupsi dengan berbagai cara. KPK sebagai lembaga independen yang secara khusus menangani tindak korupsi, menjadi upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana.
Korupsi dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Upaya pemberantasan korupsi - yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu penindakan dan pencegahan - tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika mahasiswa - sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan - diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
 
Keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum. Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan antikorupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktif, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak kalah penting, untuk dapat berperan aktif mahasiswa harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
 
Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain melalui kegiatan sosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Untuk keperluan perkuliahan dipandang perlu membuat sebuah Buku Ajar yang berisikan materi dasar mata kuliah Pendidikan Antikorupsi bagi mahasiswa. Pendidikan Antikorupsi bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan budaya antikorupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk dapat berperan serta aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Buku Ajar Pendidikan Antikorupsi ini berisikan bahan ajar dasar yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Perguruan Tinggi dan Program Studi masing-masing. Bahan ajar dasar yang ditulis dalam buku ini terdiri dari delapan bab, yaitu : (1) Pengertian Korupsi, (2) Faktor Penyebab Korupsi, (3) Dampak Masif Korupsi, (4) Nilai dan Prinsip Antikorupsi, (5) Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia, (6) Gerakan, Kerjasama dan Instrumen Internasional Pencegahan Korupsi, (7) Tindak Pidana Korupsi dalam Peraturan Perundang-undangan, dan (8) Peran Mahasiswa dalam Gerakan Antikorupsi.

Buku Ajar AntiKorupsi dapat diunduh disini

Mulai Pendidikan Anti Korupsi di Keluarga dan Sekolah

Pemberantasan korupsi harus dimulai dari tingkat yang paling dini. Penanaman nilai-nilai antikorupsi harus mulai diberikan kepada anak di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolahnya. Dengan begitu, saat tumbuh dewasa, seseorang sudah paham dengan buruknya tindakan korupsi.

Demikian disampaikan Koordinator Youth Departement Transparency International Indonesia (TII) Lia Toriana saat memaparkan rekomendasi hasil survei yang dirilisnya dalam acara bertajuk "Youth International Conference On Integrity" di Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Sesuai temanya, acara diskusi tersebut dihadiri anak muda yang umumnya adalah mahasiswa-mahasiswi. Dalam survei tersebut, disebutkan bahwa faktor keluarga masih memegang peranan paling penting dalam mempengaruhi pandangan seseorang tentang integritas dan sikap antikorupsi.

Sebanyak 83 persen responden menganggapnya berpengaruh. Di urutan nomor dua, sebanyak 80 persen responden menganggap sistem pendidikan baik di sekolah ataupun di kampus mempengaruhi pandangan seseorang terhadap integritas dan sikap antikorupsi.

Hasil survei juga menyebutkan, sebanyak 74 persen responden berpendapat, tingkat integritas juga dipengaruhi oleh teman sepermainan. Selain itu, 66 persen responden berpendapat tokoh/pemimpin turut memengaruhi, dan sisanya selebriti dunia hiburan sebesar 33 persen.

"Ini menunjukkan kalau pendidikan antikorupsi ini harus dimulai sedini mungkin," kata Lia.

Menurutnya, orangtua harus menjadi contoh yang baik terhadap anaknya. Orangtua tidak boleh mencontohkan perbuatan-perbuatan koruptif, sekecil apapun perbuatan itu. Sekolah dan perguruan tinggi, menurutnya, juga harus mulai mengajarkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak didiknya.

Survei dilakukan di DKI Jakarta pada periode bulan Juli 2012-Desember 2012. Sampel adalah anak muda yang berusia 15 sampai 30 tahun. Metode penelitian ini menggabungkan dua metode, yaitu kuantitatif dan kualitatif.

Metode kuantitatif dilakukan di 50 kelurahan di lima wilayah DKI Jakarta, sementara metode kualitatif dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD). Margin of error penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen, berada di bawah 2.5 persen. 

Untuk mengetahui cara mendidik anak agar tidak korup, silahkan tekan tombol tips dan triks dan anda akan menemukan beberapa tips untuk mendidik anak anda.

Mengajarkan Anak Agar Tidak Korup

Seperti yang kita ketahui, saat ini Indonesia terjadi banyak kasus Korupsi. Korupsi itu sendiri tentunya merugikan banyak orang, bukan hanya negara, karena uang negara itu berasal dari rakyat sendiri. Mari kita membuat Indonesia lebih baik dengan mengajarkan generasi mendatang, sehingga mereka dapat hidup tanpa adanya korupsi. 

Post ini akan dibagi menjadi tiga post yang berbeda yang akan menjelaskan hal :
  1. Mendidik anak tentang kesadaran sosial
  2. Mendidik anak tentang tanggung jawab
  3. Mendidik anak tentang yang baik dan yang salah
Kali ini kita akan membahas tentang "Mendidik anak tentang kesadaran sosial"

1. Perlihatkan anak anda tentang kehidupan sosial yang ada

Jika anak anda hanya bergaul kepada orang-orang kalangan atas, maka anak anda tidak akan menciptakan sebuah kesadaran terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Hal ini akan menyebabkan anak anda menjadi orang yang tidak peduli kepada orang-orang kalangan bawah. Tunjukkanlah pada anak anda bahwa dunia ini terdiri dari berbagai macam tingkatan, dan tingkatan itu sendiri akan saling membantu sehingga menciptakan kehidupan yang harmonis


2. Ajarkan anak anda untuk bersyukur tentang apa yang dia punya

Ajarkanlah anak anda untuk bersyukur tentang apa yang dia punya, hal ini tidak akan membuat anda menjadi orang yang pesimis, namun anak anda akan menjadi orang yang selalu bersyukur dalam kehidupannya, dan hal inilah yang akan membuat anak anda untuk sadar kepada lingkungannya sendiri, dan tidak menginginkan sesuatu yang orang miliki.

3. Buat anak anda sadar tentang apa yang terjadi saat ini

Walaupun membacakan koran kepada anak merupakan sesuatu yang sangatlah jarang dilakukan oleh orang tua, namun membacakan koran kepada anak memiliki dampak positif tersendiri. Usahakanlah untuk membacakan anak anda tentang berita-berita sosial, dan hindari membacakan anak anda berita-berita tentang kriminalitas.


 4. Buat anak anda sadar akan negara yang lain

Ajarkanlah anak anda bahwa di luar sana terdapat banyak negara lain, yang mungkin lebih maju daripada negara kita maupun dalam keadaan yang kurang bagus. Hal ini akan mengajarkan anak anda bahwa negara yang dia tempati bukan satu-satunya negara di dunia ini, dan menjadikan anak anda menjadi anak yang tidak arogan.

Artikel yang lengkap dapat dilihat dengan mengklik link dibawah
  1. Mendidik anak tentang kesadaran sosial
  2. Mendidik anak tentang tanggung jawab
  3. Mendidik anak tentang yang benar dan yang salah


Diatas merupakan tips dan triks dari saya untuk Mengajarkan Anak agar Menjadi Anak yang tidak Korup
Semua info diatas saya ambil dan terjemahkan dari http://www.wikihow.com/Best-Educate-the-Children-to-Change-a-Corrupt-Society

Question and Answer


Saat ini post tentang Question And Answer kosong, namun seiring waktu berjalan maka pertanyaan yang ada pada post ini akan bertambah. Jika anda ingin bertanya silahkan tuliskan komen anda dibawah dengan format :

Pertanyaan Anda ( Usahakan membuat pertanyaan yang tidak membingungkan, dan semua pertanyaan yang mengandung SARA akan kami hapus ) 

Sekian dan terima kasih